Kamis, 13 Mei 2010

Berkat Google Kawah Meteorit Ditemukan

Mimpi orang-orang suku Aborigin mengenai bintang besar yang menghantam Bumi mendorong penemuan kawah kuno di Australia tengah.
Astronom Sydney Duane Hamacher menemukan sebuah kawah berbentuk mangkuk raksasa di Palm Valley, sekira 130 kilometer dari barat selatan Alice Springs dengan bantuan Google Earth. Dia terinspirasi melakukan pencarian setelah mempelajari dongeng tradisional yang diceritakan masyarakat Arrernte mengenai meteorit yang jatuh ke danau bernama Puka.

Kawah Meteorid di Palm Valley
Hamacher yang merupakan kandidat PhD di Macquarie University menyebutkan relaitas yang dia temukan sangat cocok dengan kisah mimpi yang diceritakan merupakan sebuah kasus yang kebetulan. "Tapi jika memang benar, itu merupakan satu kebetulan yang sangat luar biasa," ujarnya seperti dikutip dari Sydney Morning Herald. Hamacher menjadi bagian dari sebuah tim yang dipimpin oleh astronom CSIRO Ray Norris yang mengeksplorasi kemungkinan orang-orang suku Aborigin sebagai astronom pertama di dunia. Menurut Hamacher, kalimat bijak yang diungkapkan orang Aborigin tradisional tentang langit sungguh mengesankan.


"Tidak mungkin bertahan hidup di benua seperti ini selama 50 ribu tahun lamanya dan tidak pula memiliki pengetahuan yang mendalam tentang alam di sekitar, termasuk langit malam," demikian bunyi kalimat bijak tersebut seperti diungkapkan Hamacher. Dia mencari catatan sejarah cerita rakyat Aborigin dengan referensi ke komet, meteor dan dampak alam semesta serta mencari kecocokan peristiwa astronomi. (Inilah)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar