Minggu, 07 November 2010

HP di Tahun 1928, Penjelajah Waktukah ?

Boleh percaya boleh tidak, pada film Charlie Chaplin tahun 1928 ada seorang wanita yang terlihat menggunakan handphone. Apakah dia adalah orang masa depan yang menembus ke masa lalu? George Clarke,
seorang sutradara film di Irlandia mengunggah video di internet karena diduga film itu merupakan bukti adanya perjalanan menembus waktu (time travelling). usai melihat film lama Charlie Chaplin itu, Clarke bingung karena salah satu adegan terlihat ada seorang wanita yang tengah melakukan pembicaraan dengan handphone alias telepon genggam.

Charlie Chaplin
Padahal pada tahun 1928 itu, tentu saja belum ada ponsel karena piranti komunikasi ini belum ditemukan. "Ketika saya menonton film tersebut di 30 detik pertama saya melihat pemandangan yang sama sekali tidak aneh. Mirip dengan suasana sehari-hari dewasa ini," tutur Clarke. Namun setelah ditontonya berkali-kali, Clarje menemukan keganjilan. "Saya cermati adegan itu dan saya tonton berulang-ulang. Saya juga minta orang lain untuk menyaksikan adegan tersebut. Kesimpulannya sama bahwa wanita yang berjalan tersebut sepertinya sedang berbicara melalui telepon genggam," kata Clarke.


Clarke kemudian membawa film itu ke festival film di Belfast untuk ditonton lebih banyak orang. Namun sejauh ini tidak ada yang bisa memberikan penjelasan secara tuntas. Kini, Clarke mulai menyerah dan memperkirakan tidak akan ada penjelasan ilmiah tentang wanita yang sepertinya melakukan pembicaraan menggunakan ponsel pada tahun 1928. "Misteri seperti ini rasanya tidak akan terpecahkan. Saya sendiri cukup terbuka. Artinya, fiksi ilmiah mungkin ada benarnya. Jadi, sepertinya ada orang dari masa depan yang bisa menembus waktu (ke tahun 1928)," kata Clarke. Potongan adegan film Chaplin yang ia taruh di situs berbagi video YouTube telah ditonton 3,7 juta kali sejak diunggah pada 19 Oktober lalu. Video itu mengundang tak kurang dari 10.000 komentar. [Omdsmy_Novemy_Leo-tribunnews-modf.]


Rabu, 03 November 2010

Robot Astronot Pertama Siap ke Antariksa

Robot astronot pertama bakal segera melakukan debut penerbangan ke antariksa. Robonaut 2 atau  R2 direncanakan akan meluncur ke Stasiun Ruang Angkasa Internasional
dengan menumpang pesawat ulang-alik Discovery, pekan ini. NASA berharap, suatu hari nanti robot humanoid yang bernilai 2,5 juta dolar AS atau sekitar Rp 22,5 miliar tersebut dapat membantu para astronot dalam menjalankan tugas mereka di orbit. R2 nantinya dapat mengambil alih tugas-tugas manusia, misalnya dalam hal membersihkan stasiun ruang angkasa. Bayangkan, dia bisa dengan leluasa menjalankan tugas di luar dalam kondisi hampa udara dan suhu yang sangat ekstrem.



Kita juga tidak perlu merasa khawatir ketika sang robot harus mengatasi situasi-situasi darurat seperti kebocoran gas beracun atau kebakaran di dalam stasiun. Bahkan modifikasi-modifikasi robot berikutnya diproyeksikan dapat memandu kita menjelajahi asteroid dan planet-planet lain. Enam Awak Penerbangan perdana R2 dengan pesawat Discovery akan dijadwalkan pada Rabu sore waktu Texas (AS) atau hari ini (Kamis pagi WIB). Ini merupakan penerbangan terakhir pesawat ulang-alik tersebut.

klik gambar untuk memperbesar
Sang robot akan ditemani enam awak teknisi yang terus memantau aktivitasnya. Senin lalu, para penanggung jawab misi ruang angkasa memberi lampu hijau mengenai jadwal baru peluncuran tersebut. Peluncuran tertunda selama dua hari karena ada kebocoran gas di dalam pesawat yang harus langsung diatasi. "Ini merupakan terobosan besar dalam teknologi ruang angkasa," ungkap Rob Ambrose selaku Kepala Divisi Robot dan Simulasi Pusat Ruang Angkasa Johnson di Houston, Texas, AS.



Saat ini, R2 yang merupakan proyek kerja sama NASA-General Motors masih berwujud robot humanoid setengah badan atau pinggang ke atas karena kedua kakinya sedang dikerjakan. Tingginya robot setengah badan itu sekitar 1 meter dan beratnya 150 kg. Panjang kedua lengannya masing-masing 0,8 meter. Terbuat dari campuran aluminium dan fiber karbon, badan dan lengan R2 dilapisi dengan bahan yang lunak untuk melindungi para astronot bila terjadi interaksi.  R2 memiliki lebih dari 350 sensor elektrik sehingga menjadikan dia cukup responsif terhadap lingkungan sekitar. (ap-sep-38-cybernews-modf.)


Selasa, 02 November 2010

Jika Gunung Krakatau Meletus

Saat Krakatau meledak pada 1883 ribuan orang tewas dan mempengaruhi cuaca selama lima tahun. Ilmuwan internasional memperkirakan jika Krakatau meletus lagi akan lebih besar dan lebih mematikan.
Krakatau yang terletak di selat Sunda dengan ketinggian 1.200 kaki merupakan gunung paling menakutkan di dunia. Saat meledak pada 1883, lebih dari 36 ribu orang tewas. Ledakan itu diperkirakan 13 ribu kali lebih hebat dibandingkan bom atom di Hiroshima, dan mengganggu cuaca dan suhu global selama lima tahun.


Erupsi dan bencana yang ditimbulkan Krakatau tidak ada yang menandingi. Bahkan erupsi Mount St Helens di AS pada 1980 sedikit pun tak mampu menyamai Krakatau. Kini Krakatau sudah tidur panjang hampir satu setengah abad, apakah akan terjadi bencana lagi? Prediksi ledakan gunung api semakin baik. Tapi kita tidak pernah bisa memprediksi secara tepat ledakan besar dan ledakan tidak biasa, karena memang tidak biasa, kata Profesor Jon Davidson, chair of Earth Science di Durham University.


Jika Krakatau meledak lagi seperti di abad 19 maka korban dipastikan akan lebih besar. Selama lebih dari 100 tahun, wilayah Krakatau telah berkembang secara pesat. Catatan resmi ledakan pada 1883 bersama tsunami yang ditimbulkannya telah meluluhlantakkan 165 desa dan kota. Selain itu, 132 kota rusak parah dan 36.417 orang menjadi korban. Letusan Krakatau itu menimbulkan efek di seluruh planet. Suhu rata-rata global turun 1,2 derajat celcius setelah sulphur dioxide dalam jumlah besar diterbangkan ke angkasa. Hal itu menimbulkan awan besar yang memantulkan sejumlah besar sinar matahari.


Marco Fulle ilmuwan dari Italia mengingatkan bahayanya letusan Krakatau. Ledakan seperti 1883 bakal terjadi lagi. Krakatau akan menjadi sangat berbahaya jika tingginya sudah setara dengan ketinggian 1883, atau dua kali dari tinggi sekarang, katanya. Meskipun begitu, tidak ada jaminan ledakan tidak terjadi dalam waktu dekat. Saat ledakan pada pagi 26 Agustus 1883, serangkaian letupan melemparkan debu sejauh 22 mil ke udara. Di keesokan harinya, empat kali erupsi menyebabkan dua pertiga pulau itu runtuh ke lautan. Sebelumnya pada 20 Mei 1883, kapal Jerman Elizabeth melaporkan melihat kolom debu dan asap naik tujuh mil di atas pulau Krakatau.



Krakatau yang aslinya setinggi 2.667 kaki tingga 820 kaki di bawah laut. Letusan itu sangat keras sehingga bisa didengar dari jarak 1.900 mil di Perth Australia dan 4.500 mil di Sri Lanka. Itu akibat campuran magma dan air laut yang menyebabkan erupsi sangat eksplosif, kata Profesor Davidson. Air masuk ke ruang magma dan menghasilkan ledakan yang menyebabkan pulau terbelah, imbuhnya. Professor Davidson skeptis ledakan maha dahsyat akan terjadi dalam waktu dekat. Tidak cukup banyak magma, katanya. Daripada membuat prediksi, tugas ilmuwan harus melakukan pencegahan untuk menimalisir risiko bagi yang hidup di dekat gunung itu. Hal itu yang lebih penting. Mungkin saran dari Professor Davidson ini ada benarnya.[ito-Inilah-modf.]

Download Film "Krakatao : The Last Days"


Senin, 01 November 2010

Google Vs Facebook

Pencarian Facebook pada bakat terbaik di dunia teknologi terus berlanjut. Raksasa jejaring sosial itu mempekerjakan Matt Papakipos arsitek kunci OS Google Chrome dan Wakil Presiden
VMWare Jocelyn Goldfein dalam tim tekniknya. Riwayat hidup Papakipos dan Goldfein sangat mengesankan. Sebelum menjadi direktur teknis di Google, Papakipos adalah direktur arsitektur di NVIDIA dan Pendiri PeakSteam, yang diakuisisi oleh Google pada tahun 2007.

Matthew Papakipos
Goldfein terakhir adalah VP diVMWare dan general manager dari unit bisnis desktop dan veteran tujuh tahun di perusahaan itu. "Kami telah berhasil mencapai 2 target kami, orang-orang senior yang bergabung dengan tim engineering Facebook, Matthew Papakipos dan Jocelyn Goldfein," kata Facebook dalam sebuah pernyataan.

Jocelyn Goldfein
"Keduanya sama-sama sukses saat mereka dating, dan kita tidak bisa menunggu mereka untuk segera berkerja sebagai pemain kunci dalam tim."Facebook senang memperkejakan mereka, menangkap bakat muda dan beberapa nama besar. Google kalah dalam merebut bakat Facebook. Yang terbesar adalah Sheryl Sandberg, COO cerdas Facebook. [ito-cnet.com-modf.]

Rabu, 20 Oktober 2010

Jika Asteroid Menghantam Laut

Bahwa asteroid berpotensi menubruk Bumi dan membahayakan kehidupan manusia, itu sudah diketahui sebagian besar orang. Namun, ada lagi potensi bahaya batuan langit itu yang tak kalah mencekam,
jika asteroid menghantam laut. Tak hanya tsunami yang bisa dihasilkan jatuhnya asteroid  berukuran sedang  ke laut.  Sebuah simulasi komputer terbaru menunjukkan, uap air dan garam laut yang terpercik ke angkasa bisa merusak lapisan pelindung Bumi, ozon. Efeknya tak main-main, kerusakan ozon tersebut bisa menaikkan level radiasi ultraviolet yang bisa mengancam keberlangsungan hidup manusia.


"Ini sesuatu yang belum pernah orang sadari sebelumnya," kata Brian Toon, pakar dari University of Colorado, seperti dimuat situs NewScientist. Elisabetta Pierazzo dari Planetary Science Institute di Tucson, Arizona menggunakan model iklim global (global climate) untuk mempelajari bagaimana uap air dan garam laut terlontar ke udara dan berimplikasi pada lapisan ozon bertahun-tahun kemudian. Mereka melakukan simulasi dengan asteroid berukuran sedang -- selebar 500 meter hingga 1 kilometer. Untuk diketahui, ada 818 asteroid yang lebarnya setidaknya 1 kilometer ditemukan di orbit Bumi dan bisa mendekat ke Bumi. Untuk mengestimasi berapa air yang terlontar ke atmosfer jika asteroid menabrak laut, tim mengandaikan asteroid tersebut memasuki atmosfer Bumi dengan kecepatan 18 kilometer per detik dan memukul laut di belahan bumi utara pada sudut 45 derajad.


Seperti yang diperkirakan sebelumnya, simulasi menunjukkan, asteroid selebar 1 kilometer akan menciptakan cipratan dahsyat, melontarkan 42 triliun kilogram air dan uap air. Jumlah itu cukup untuk mengisi 16 juta kolam renang ukuran olimpiade. Cipratan ini melintasi area selebar lebih dari 1.000 kilometer dan tingginya mencapai ratusan kilometer dari permukaan Bumi. Saat berada di atmosfer, air bercampur senyawa klorin dan bromin, dari uap air laut, akan merusak ozon dengan kecepatan luar biasa. Akibat dari peristiwa itu akan terasa bertahun-tahun kemudian. "Ini akan mengakibatkan lubang ozon raksasa yang 'menelan' seluruh Bumi," kata Pierazzo.


Simualsi memperkirakan, setidaknya 70 persen lapisan ozon akan berkurang di bumi bagian utara. Lubang yang akan ditimbulkan akan lebih lebar dari pada lubang ozon di Kutub Utara pada 1993, ketika lapisan ozon Bumi dalam kondisi paling tipis. Meski manusia bisa melindungi diri dari bahaya panasnya Matahari, tidak demikian pada tanaman.  Bahkan fitoplankton yang jadi penyangga kehidupan di dasar laut terancam mati. "Ini akan mengakibatkan masalah serius bagi peradaban manusia." Tim Pierazzo sekarang sedang mengerjakan  model untuk mengukur bagaimana asteroid yang menghantam lahan kering akan mempengaruhi atmosfer.[VIVAnews-modf.]


Selasa, 19 Oktober 2010

Hujan Meteor Orionid Malam Ini

Hujan Meteor Orionid akan mencapai puncaknya malam ini. "Waktu terbaik untuk melihatnya antara tengah malam sampai menjelang subuh," ujar Ketua Himpunan Astronomi Amatir Jakarta, Tersia Marsiano. Meteor ini tercipta
dari sisa debu Komet Halley. Disebut Orionid karena, dari Bumi, arah lesatannya terlihat berasal dari Rasi Bintang Orion. Menurut Tersia, rasi bintang itu berada tegak lurus dari permukaan tanah pada pukul 3 sampai 4 dini hari. "Jadi paling enak mengamati dalam posisi berbaring di tempat terbuka," katanya.


Dia menyarankan pengamat untuk mencari tempat terbuka yang jauh dari benderang lampu kota. "Untuk Jakarta, paling cocok di Kepulauan Seribu," kata Tersia. Pilihan lain adalah daerah pinggir kota seperti Pondok Labu Jakarta Selatan dan Cipayung Jakarta Timur. Syarat mutlak pengamatan meteor adalah langit yang bersih dari awan. Di belahan langit Indonesia, Orionid sudah mulai tampak sejak dini hari tadi. Namun dari kediaman Tersia di Bogor, Jawa Barat, gagal terlihat karena langit berselimut mendung.


Jika dini hari nanti langit cerah, pengamat boleh berharap bisa menyaksikan 20 sampai 40 bintang jatuh setiap jam. Fenomena langit ini juga dapat diabadikan dengan kamera refleksi lensa tunggal atau SLR. "Namun tidak terekam kamera saku dan ponsel," kata Tersia. Hujan meteor ini dapat disaksikan dengan mata telanjang. Dia menyarankan meninggalkan alat bantu, seperti teropong di rumah. "Karena medan pengamatan luas dan meteor hanya muncul dalam sekejap," ujarnya. Kalau dini hari nanti mendung, jangan khawatir. Orionid diperkirakan masih akan menghiasi langit Indonesia sampai Jumat 22 Oktober 2010 dini hari. [Tempo-Reza M-modf.]


Jumat, 15 Oktober 2010

Planet Mars Pernah Digenangi Air

Pusat Ruang Angkasa Jerman menemukan bukti baru bahwa air pernah mengalir dan memenuhi permukaan Planet Mars. Berdasarkan citra satelit itu, terlihat bekas jejak aliran air dan deposit komponen sulfur (belerang). Formasi bebatuan di Planet Mars
menunjukkan bukti bahwa ada bekas tekstur aliran air yang memperlihatkan bahwa dulu formasi itu berisi air, es atau lumpur.


Bukti baru tersebut juga terekam dalam Kamera Stereo Resolusi Tinggi yang dioperasikan oleh orbiter Mars Express buatan Badan Ruang Angkasa Eropa, menunjukkan bukti baru mengenai Mars.



Melas Chasma, lembah besar yang membentuk salah satu bagian dari Valles Marineris seluas 4.000 km di Planet Mars, menjadi bagian paling dalam di Mars yang berhasil dipotret dari jarak jauh. (Ant-tvOne-modf.)