Senin, 17 Mei 2010

Bumi Perlu Peringatan Dini Ancaman Asteroid

Ahli Internasional berkumpul mencari cara terbaik mengembangkan dan membuat deteksi global, peringatan dini ancaman asteroid pada seluruh makhluk hidup di bumi.
Workshop tiga hari tersebut mengundang spesialis pelacak asteroid, ilmuwan luar angkasa, astronot dan otoritas PBB, ditambah dengan ahli manajemen bencana dan risiko dan ahli komunikasi peringatan dini.


“Workshop tersebut menyediakan langkah maju ke depan tentang pemikiran akan kebutuhan komponen informasi, analisis dan jaringan peringatan dini untuk asteroid,” ujar Eksekutif Direktur Secure World Foundation Ray Williamson. Pertemuan yang dikoordinasi oleh Asosiasi Penjelajah Ruang Angkasa dan Pusat Regional untuk Sains dan Edukasi Teknologi Ruang Angkasa di Amerika Latin dan Karibia (CRECTEALC).



Gagasan awal pembentukan forum tersebut adalah ketika meteorit kecil menabrak kantor seorang dokter di kota kecil di Virgina dan laporan Akademi Nasional Sains beberapa hari kemudian menunjukkan bahwa pemerintah Amerika Serikat tidak melakukan usaha yang cukup dalam melindungi bumi dari asteroid dan komet yang mendekati bumi. Sergio Camacho, Sekjen CRECTEALC mengatakan bahwa hasil workshop tersebut akan menjadi sumber daya vital pada ilmu pengetahuan PBB dan panel teknis yang mendukung Komite Damai Pengguna Ruang Angkasa. Komite tersebut terlibat dalam kerja keras selama tiga tahun dalam prosedur draft internasional untuk menangani ancaman yang mungkin saja ditimbulkan oleh asteroid terhadap bumi.(Inilah)









Minggu, 16 Mei 2010

Gerhana Venus Kemarin

Sebanyak 70 daerah di Indonesia dari 195 tempat di dunia, Minggu kemarin 16 Mei 2010, bisa menyaksikan Gerhana Venus. Direktur Observatorium Bosscha, Lembang, Jawa Barat, Hakim L. Malasan,
mengatakan, tak semua wilayah bisa melihat gerhana Venus. Situs www.lunar-occultations.com, melansir, 70 daerah di Indonesia yang bisa melihat gerhana planet Venus yakni di pulau Sumatera yaitu di langit Batam, Bengkulu, Jambi, Padang, dan Palembang serta Lhoksemauwe Aceh. Di Pulau Jawa, gerhana itu bisa dilihat dari semua wilayah termasuk pesisir utara dan selatan.


Adapun di Kalimantan, antara lain Balikpapan, Banjarmasin, Samarinda, Pontianak, Ketapang, dan Palangkaraya. Sementara Sulawesi meliputi Poso, Gorontalo, Kendari, Palu, Manado, dan Ujung Pandang. Wilayah lainnya antara lain, Bima, Denpasar, Mataram, Natuna, dan Ternate. Gerhana Venus terjadi pada saat posisi bulan, planet bumi, serta planet Venus sejajar. Dari bumi, planet Venus akan menghilang sesaat karena tertutup oleh Bulan. Pergerakan planet fajar ini seolah-olah membelakangi bulan. Para Astromom menyebutnya dengan istilah Okulasi.


Melihat kejadian ini dari bumi, bulan akan terlihat sabit karena baru menginjak hari ke-2 atau biasa disebut bulan baru. Jika Anda berada di Bandung dan sekitarnya, waktu paling tepat untuk melihat Gerhana Venus dimulai pukul 18.50 WIB "Fenomena gerhana Venus" akan mulai lenyap hingga pukul 19.30 WIB setelah itu, planet Venus akan muncul kembali dan posisinya akan terlihat disebelah kiri bawah dari bulan.


Bosscha kali ini tidak membuka pintu bagi masyarakat yang ingin ikut menyaksikan peristiwa gerhana Venus karena kekurangan petugas pada hari libur. Para astronom dan staf hanya ingin berkonsentrasi mengabadikan peristiwa langka tersebut. Wartawan boleh datang. Selain di Bandung, sejumlah kelompok astronomi di Lhoksemauwe, Jakarta, dan Yogyakarta, juga akan ikut mengamati di daerahnya masing-masing



Jangan khawatir untuk yang belum sempat melihat kerena menurut  pengelola komunitas astronomi amatir Langit Selatan Avivah Yamani, setelah gerhana Venus 16 mei 2010, Gerhana venus akan kembali terjadi pada 11 September 2010 mendatang, dan akan melewati Brazil bagian timur dan Afrika Selatan. Sedangkan gerhana yang sama pada 5 November 2010 bisa dilihat dari Afrika Selatan dan Australia bagian barat.






Jumat, 14 Mei 2010

Kabel Serat Optik Satukan Indonesia

Sejak tahun 2008, Pemerintah Indonesia membangun jaringan kabel serat optik bawah laut berbentuk cincin dan terintegrasi dari Sumatera hingga Papua. Itulah yang kemudian dikenal dengan sebutan Palapa Ring.
Palapa Ring dibangun untuk memudahkan dan memurahkan komunikasi sambungan langsung jarak jauh, penetrasi telepon di Indonesia, dan pengaksesan internet di setiap tempat di pelosok Tanah Air.

Jadi Palapa Ring memiliki nilai sangat strategis untuk mempercepat pembangunan prasarana telekomunikasi di wilayah Indonesia bagian timur. Selama ini pengembangan sektor telekomunikasi di kawasan timur memang tidak mudah. Selain karena wilayahnya sangat luas, juga karena kondisi kepulauan yang terdiri atas ribuan pulau besar dan kecil.


Kepala Pusat Informasi dan Hubungan Masyarakat Departemen Komunikasi dan Informasi Gatot S Dewobroto menyatakan megaproyek Palapa Ring di wilayah timur atau jilid 2 yang diresmikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada  30 November 2009 dijadwalkan selesai akhir  tahun ini. Jika jaringan Palapa Ring kelak terwujud, setiap ibu kota 440 kabupaten/kota di Indonesia akan saling terhubung dengan serat optik yang merupakan jalur telekomunikasi paling efisien.

Dia mengemukakan proyek Palapa Ring untuk membangun dan mengoperasikan jaringan tulang punggung pita lebar nasional yang terdiri atas ring (cincin) serat optik yang mengelilingi pulau-pulau utama dengan satu ring nasional menghubungkan keseluruhan ring.


Proyek Palapa Ring adalah contoh pertama proyek jaringan infrastruktur fiber optik yang diterapkan melalui mekanisme kemitraan pemerintah dan swasta di Indonesia. Proyek Palapa Ring semula dirancang berdasar studi kelayakan untuk menentukan desain optimum berkait dengan kondisi trafik telekomunikasi pada masa datang. Total panjang serat optik kabel laut itu 35.280 km dan 20.737 km kabel serat optik inland (di daratan). Kebutuhan investasi 1.517 miliar dolar AS atau setara Rp 13.653 triliun. “Sekitar 15.000 km kabel serat optik telah dibangun beberapa operator, yakni PT Telkom, PT Excelcomindo, PT Indosat, dan PT Comnet Plus. Diharapkan jaringan itu terintegrasi dengan proyek Palapa Ring,” katanya.


Dia menyatakan kebutuhan serat optik yang masih sangat panjang yang harus segera dibangun menuntut konsep jaringan nasional pita lebar secara komprehensif yang berkapasitas besar. Jadi biaya per Mbps lebih murah serta merupakan jaringan nasional terpadu yang terintegrasi dengan jaringan eksisting.


“Perkembangan lebih lanjut, desain jaringan Palapa Ring akan fleksibel. Kelak, pelaksana proyek diberi keleluasaan menentukan desain yang paling efisien, sepanjang memenuhi koridor teknis yang ditetapkan pemerintah,” ujar dia.






Hal itu tentu akan berdampak terhadap biaya pembangunan dan pengoperasian Proyek Palapa Ring. Sejauh ini sudah ada lima calon investor yang secara formal menyatakan tertarik (dengan menyampaikan letter of intent) proyek tersebut. Mereka adalah PT Bakrie Telecom, PT Wireless Indonesia, PT Telkom, PT Aqela Communications, dan PT Potensi Bumi Sakti.
Jaringan yang bakal dibangun di kawasan timur itu meliputi Manado-Bitung (58 km), Bitung-Ternate (303,3 km), Ternate-Sorong (658,5 km), Sorong-Ambon (722,8 km), dan Ambon-Kendari (778,5 km). Selanjutnya Kendari-Kolaka (192 km), Kolaka-Watampone (156,3 km), Watampone-Bulukumba (157 km), dan Bulukumba-Makassar (194 km).

Proyek Palapa Ring adalah upaya mempersatukan keseluruhan wilayah negeri ini melalui jaringan yang bertumpu pada penggunaan serat optik. Ya, serat optik sesungguhnya bakal mempersatukan Indonesia. Penulis : Amien Nugroho dari berbagai sumber

Kamis, 13 Mei 2010

Berkat Google Kawah Meteorit Ditemukan

Mimpi orang-orang suku Aborigin mengenai bintang besar yang menghantam Bumi mendorong penemuan kawah kuno di Australia tengah.
Astronom Sydney Duane Hamacher menemukan sebuah kawah berbentuk mangkuk raksasa di Palm Valley, sekira 130 kilometer dari barat selatan Alice Springs dengan bantuan Google Earth. Dia terinspirasi melakukan pencarian setelah mempelajari dongeng tradisional yang diceritakan masyarakat Arrernte mengenai meteorit yang jatuh ke danau bernama Puka.

Kawah Meteorid di Palm Valley
Hamacher yang merupakan kandidat PhD di Macquarie University menyebutkan relaitas yang dia temukan sangat cocok dengan kisah mimpi yang diceritakan merupakan sebuah kasus yang kebetulan. "Tapi jika memang benar, itu merupakan satu kebetulan yang sangat luar biasa," ujarnya seperti dikutip dari Sydney Morning Herald. Hamacher menjadi bagian dari sebuah tim yang dipimpin oleh astronom CSIRO Ray Norris yang mengeksplorasi kemungkinan orang-orang suku Aborigin sebagai astronom pertama di dunia. Menurut Hamacher, kalimat bijak yang diungkapkan orang Aborigin tradisional tentang langit sungguh mengesankan.


"Tidak mungkin bertahan hidup di benua seperti ini selama 50 ribu tahun lamanya dan tidak pula memiliki pengetahuan yang mendalam tentang alam di sekitar, termasuk langit malam," demikian bunyi kalimat bijak tersebut seperti diungkapkan Hamacher. Dia mencari catatan sejarah cerita rakyat Aborigin dengan referensi ke komet, meteor dan dampak alam semesta serta mencari kecocokan peristiwa astronomi. (Inilah)

Rabu, 12 Mei 2010

Berapa Banyak Air di Bumi Ini ?

Air merupakan unsur yang menutupi sebagian besar muka bumi. Lalu seberapa banyak air yang ada di bumi? Lembaga Survei Geologis Amerika Serikat punya jawabannya.
Ada beberapa fakta menarik menyangkut air di bumi. Jika ada orang yang menuangkan seluruh air yang ada di dunia ke daratan Amerika Serikat dan mampu menampungnya, maka orang tersebut akan menciptakan sebuah danau dengan ke dalaman 90 mil.


Total jumlah kandungan air di bumi hampir 326 juta kubik mil, menurut Lembaga Survei Geologi Amerika Serikat. Sebanyak 72% permukaan bumi tertutup oleh air, tetapi 97% air tersebut asin dan tidak baik untuk diminum. Diantara 70% air minum tersebut berbentuk es, kurang dari 1% air minum yang ada di dunia siap dimanfaatkan secara langsung.




Terdapat 6 negara (Brazil, Russia, Kanada, Indonesia, China dan Kolombia) yang memiliki 50% persediaan air minum dunia. Sementara sepertiga populasi dunia hidup di kawasan negara dengan tingkat persediaan air minum yang minim. Menurut Lembaga Survei Geologi Amerika Serikat, kandungan air minum tersimpan di dalam tanah lebih banyak daripada bentuk cair yang ada di permukaan. (Inilah)

Selasa, 11 Mei 2010

Ledakan Kosmik Aneh Kunci Dari Big Bang

Para peneliti berhasil mengobservasi tipe bintang mati aneh yang lebih dalam. Penemuan itu dapat membantu menjelaskan ledakan super dahsyat di alam semesta. Ledakan supernova itu tidak menunjukkan
perilaku sebagaimana ledakan lainnya. Beberapa ledakan dengan cara yang sama, tetapi skala yang lebih kecil disebut dengan semburan gamma-ray, di mana semburan tersebut dikenal memiliki energi paling besar dan mampu mencapai kecepatan luar biasa. Tetapi jika dibandingkan dengan energi gamma-ray yang mengeluarkan cahaya dari bintang, ilmuwan melihat bahwa ledakan supernova memiliki gelombang radio yang lebih rendah energinya.


“Kami berpikir bahwa observasi radio akan menjadi alat yang lebih kuat dalam menemukan supernova jenis tersebut di alam semesta daripada satelit gamma-ray,” ujar Alicia Soderberg dari Pusat Astrofisika Harvard-Smithsonian di Cambridge Massachusetts. Soderberg memimpin tim yang mengobservasi ledakan dengan menggunakan teleskop radio Lembaga Sains Nasional Ver Large Array (VLA) di New Meksico. “Observasi kami menyediakan petunjuk terbaru untuk lebih memahami bagaimana ledakan supernova terjadi dan bagaimana beberapa dari mereka terhubung bahkan dengan semburan energik sinar gamma,” ujar Peneliti Institut Joint VLBI (Very Long Baseline Interferometry) Zsolt Paragi di Belanda.


Observasi terbaru tersebut menunjukkan material yang dikeluarkan dari ledakan supernova disebut SN 2009bb kecepatannya mendekati kecepatan cahaya. Karakteristik ledakan ini pertama kali dilihat pada bulan Maret 2009 yang pada awalnya diperkirakan oleh para ahli sama dengan semburan sinar gamma. Supernova terjadi ketika reaksi fusi nuklir di inti bintang yang sangat besar tidak lagi mampu menyediakan energi yang dibutuhkan untuk menahan inti tersebut melawan massa seluruh bagian bintang.


Jadi inti tersebut menjadi bintang neutron yang sangat padat atau lubang hitam. Sementara sisa material bintang meledak berhamburan di alam semesta dalam sebuah ledakan yang maha dahsyat. Hanya satu dari sekitar seratus tipe supernova yang mampu memproduksi semburan sinar gamma meskipun karakteristik dapat mengakselerasi material hingga kepada kecepatan cahaya sama.(Inilah)






Senin, 10 Mei 2010

Akankah Asteroid Apophis Tabrak Bumi ?

Agen Luar Angkasa Rusia mengadakan pertemuan membahas Apophis. Asteroid yang mendekati bumi tahun 2029 itu jika tidak dihancurkan bisa membunuh jutaan nyawa. Apophis ditemukan pada tahun 2004,
jelas Direktur Institut Astronomi Rusia Boris Shustov. “Probabilitas tabrakan dengan bumi sangatlah tinggi, sekitar 1 banding 30. Tabrakan benda super besar tersebut dengan planet kita akan menyebabkan kerusakan yang sangat hebat.” Sebuah asteroid dengan diameter sebesar 300m bisa menimbulkan kekhawatiran tersendiri. Tapi ilmuwan lain memperkirakan probabilitas tabrakan tersebut rendah.

Ilmuwan mengatakan masa kritis akan terjasi pada 2029 di mana Apophis melewati bumi dan akan bisa dilihat dengan mata telanjang. Meskipun belum ada ancama terhadap dampaknya pada momen khusus tersebut, namun ilmuwan masih memperhitungkan potensi kerusakan dari 27 juta ton batu yang akan menabrak bumi tersebut. Apophis juga akan mendatangi bumi kembali pada tahun 2036.

Apophis versi Celestia
NASA telah menyingkirkan semua kekhawatiran dari peluang tabrakan tersebut. “Saya tahu bahwa ilmuwan NASA telah sangat sibuk melacak orbit asteroid langka ini dengan sangat hati-hati dan saya tahu bahwa mereka saat ini tengah berusaha menurunkan risiko yang mungkin terjadi,” ujar Presiden Firma Koneksi Sains Patrick Fullick di London. Sementara itu, Agensi Ruang Angkasa Rusia mengatakan tetap menginginkan segala sesuatunya dipersiapkan.

“Saya pikir melebih-lebihkan masalah dan menakuti diri sendiri bukanlah hal yang tepat,” sebagaimana diakui Presiden Akademi Kosmonot Rusia Anatoly Koroteev. “Tetapi tidak melakukan apa-apa dan tidak mengukur apapun tetaplah salah, maka tindakan harus tetap ada, karena ancaman akan datang.” NASA telah menghitung jika asteroid tersebut bertubrukan dengan bumi, maka ledakannya akan sama dengan ribuan kali lebih kuat daripada bom atom di Hiroshima.


Yury Karash, salah seorang anggota Akademi Kosmonot Rusia mengatakan bahwa konsekuensi dampaknya tidak akan global melainkan regional. Meskipun demikian tubrukan tersebut mampu menghapus banyak negara dan menghasilkan reaksi berantai destruktif di lingkungan manusia. Valery Menshikov, juga anggota Akademi Kosmonot Rusia mengatakan bahwa ilmuwan harus lebih berhati-hati dengan tidak memperhitungkan bahaya asteroid.

Asteroid Apophis
“Ada sejumlah besar asteroid yang berkeliling bumi dan melintasi orbit bumi. Banyak stasiun luar angkasa yang memonitor bahaya asteroid, tetapi sedihnya manusia jarang memperhatikan mereka,” ujar Menshikov. “Pada bulan Oktober tahun 2009, sebuah batu asteroid meledak melewati Indonesia pada ketinggian 10-12 km. Total tenaga ledakan sama dengan 50 megaton, yang bisa disandingkan dengan tiga kali lipat ledakan Hiroshima,” tambah Menshikov.

Penampakan Apophis
Dengan meledakkan Apophis dengan menggunakan senjata nuklir untuk mencegah dampak asteroid raksasa tersebut dilarang oleh pakta internasional. Salah satu strategi potensial yang digunakan adalah dengan mengirim pesawat ruang angkasa untuk mengalihkan arah asteroid tersebut.