Selasa, 04 Januari 2011

Keasaman Laut Bahayakan Konsumsi Ikan

Bahan kimia di laut seluruh dunia mengalami perubahan dalam kurun 65 juta tahun. Ini berdampak luas terhadap keanekaragaman hayati dan keamanan pangan. Kekhawatiran tersebut diungkapkan Program
Lingkungan PBB / UNEP yang dipublikasikan dalam tulisan bertajuk ‘Konsekuensi Lingkungan terhadap Keasaman Lautan’. Mereka memperingatkan adanya kesulitan organisme seperti koral dan kerang untuk bertahan hidup terkait peningkatan keasaman mineral. Ini mempengaruhi pembentukan kerangka hewan laut.




Penulis studi, Carol Turley dari Plymouth Marine Laboratory, Inggris mengatakan, ada dampak negatif secara keseluruhan dari pengasaman laut secara langsung pada organisme. Serta beberapa ekosistem kunci lain yang menyediakan makanan bagi miliaran makhluk hidup. Karang tropis misalnya, menyediakan tempat tinggal dan makanan bagi seperempat dari semua jumlah spesies ikan laut yang diketahui berdasarkan keterangan PBB. Apalagi, lebih dari satu miliar manusia mengandalkan ikan sebagai sumber utama protein.





Meningkatkan keasaman mempengaruhi pertumbuhan strktur terumbu karang, berdasarkan studi tersebut. Pemanasan global juga membatasi jumlah kehidupan kepiting, kerang dan makhluk bercangkang lain sehingga mengganggu rantai makanan. Berdasarkan laporan terbaru perundingan iklim di Cancun, Meksiko, PBB mengatakan bahwa sekitar seperempat emisi karbon dioksida (CO2) di seluruh dunia telah diserap oleh lautan. Unsur ini kemudian berubah menjadi asam karbonat. Secara keseluruhan, tingkat keasaman di laut dan samudera di seluruh dunia diperkirakan akan meningkat hingga 150 %. [vin-inilah-modf.]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar