Minggu, 12 Desember 2010

Hujan Meteor Terbaik Desember 2010

Desember akan menjadi bulan di mana hujan meteor terbaik selama 2010 terjadi. Hujan meteor akan muncul pada awal malam 13 Desember. Waktu terbaik melihat hujan meteor Geminids adalah dini hari 14 Desember.
Saat itu, Bumi akan bergerak langsung mengarah ke aliran meteorid. Beberapa meteorid akan muncul pada awal malam 13 Desember, karena cahaya meteor saat itu hampir melingkar.


Alhasil, fenomena itu dapat dilihat di atas horizon malam. Apa yang perlu Anda siapkan ketika mengamati hujan meteor itu? Anda cukup mencari tempat yang nyaman. Selain itu, Anda tak perlu menyediakan teropong atau teleskop.


Livescience melaporkan meteor dapat muncul di mana saja, jadi tak diperlukan lokasi spesifik langit sebelah mana yang Anda harus amati. Hal terpenting adalah kesabaran. Butuh beberapa saat, agar bola mata beradaptasi dengan kegelapan. Geminids sendiri bergerak sedikit lebih lamban dibandingkan sepupunya, Perseids.[ito-inilah-modf.]


Komunikasi Dengan Alien Via Internet

Berbagai upaya dilakukan oleh situs-situs di internet. Salah satunya adalah situs HelloFromEarth Situs internet Australia ini menawarkan setiap orang untuk mengirimkan pesan pada makhluk luar angkasa. Seperti dikutip dari deikinet,
tersedia sekitar 160 karakter bagi siapa saja yang ingin berkirim pesan pada makhluk luar angkasa. Pesan-pesan itu akan dikirimkan via satelit di Canberra Deep Space Communication Complex, ke planet Gliese 581d yang berjarak 20 tahun cahaya dari bumi.




Planet tersebut dipilih lantaran hampir mirip dengan bumi. Pesan tersebut dikirimkan, barangkali ada kehidupan di planet tersebut. Semua orang dari seluruh penjuru dunia dipersilakan mengirimkan pesannya. Penasaran apa saja isinya? Dari mulai undangan agar datang ke bumi, hingga permintaan mengembalikan orang yang sudah meninggal, ada di situs tersebut.




"Aku percaya padamu dan aku harap kita bisa menjalin hubungan yang baik. Untuk perkembangan alam semesta," tulis Joon-hyoung, Lee Daejeon dari Korea Selatan. Sedang seseorang bernama Brent dari Amerika menulis, "Hey aliens, kapan-kapan kalian harus coba mengunjungi Bumi, dan kami akan menyambutmu dengan pesta meriah". Namun di antara pesan-pesan penyambutan alien, ada juga yang menyelipkan permintaan bernada nyleneh seperti "Apakah kamu mengambil Michael Jackson? Kembalikan dia, kami merindukannya," tulis Zuri dari Bulgaria.[nuh/dtk-metrogaya-modf.]

HelloFromEarth


Kamis, 09 Desember 2010

Membaca Pikiran Manusia Dengan Komputer

Otak manusia seperti labirin yang sulit ditebak. Namun, para ilmuwan berhasil mengubah kode sinyal otak ke dalam komputer sehingga bisa membaca pikiran manusia. Dalam beberapa tahun, serangkaian percobaan menarik dan mengejutkan telah
dilakukan untuk membongkar labirin otak manusia. Jauh melebihi batasan, pikiran kita tampaknya sangat terbuka atas sesuatu yang baru dan menarik untuk diamati sebagai bagian dari fungsi tubuh manusia. Para ilmuwan di Utah mengumumkan bahwa mereka berhasil mengubah kode sinyal otak ke dalam kata-kata yang nantinya diartikan dalam komputer. Menggunakan sensor yang melekat pada otak relawan, para ilmuwan berhasil merekam sinyal-sinyal listrik yang dihasilkan otak ketika seseorang membacakan sepuluh kata, seperti 'ya', 'tidak', 'lapar' dan sebagainya.


Setelah beberapa saat, tim ini mampu membedakan sinyal otak yang berkorelasi dengan kata tertentu. Implikasinya adalah, suatu hari nanti, teknik ini dapat digunakan pada pasien lumpuh dan orang-orang yang terasing akibat kerusakan otak. Sebagian besar orang menderita kesulitan berkomunikasi dengan orang yang mereka cintai akibat sistem otak yang mengalami gangguan. Percobaan Utah merupakan rangkaian penelitian terbaru yang melibatkan ‘telepati elektronik’ di mana sinyal otak telah dibaca melalui sandi yang diartikan lewat perangkat komputer. Sebagai contoh, beberapa tahun lalu, para ilmuwan menggunakan brain-scanner untuk memonitor aktivitas otak ketika para relawan ditunjukkan gambar dari adegan sehari-hari. Pemindai telah belajar bagaimana otak bereaksi terhadap ribuan gambar serta pola yang dihasilkan ketika relawan itu melihat gambar.


Dasarnya, cara kerja otak merupakan bagian pikiran manusia. Hal ini tidak lebih dari sisi terpisah yang berkedut, seperti otot dan detak jantung manusia. Namun, implikasi dari membaca pikiran dapat menjadi kontroversi, terkait sisi praktis dan legalitas. Perangkat seperti ini memungkinkan tentara atau pilot mengontrol dan membuat kebijakan yang menyangkut pesawat atau tangki, dengan kekuatan pikiran. Oleh karena itu, teknologi ini akan menawarkan keuntungan sangat besar bagi setiap negara yang mengembangkannya. [ast-Ellyzar Zachra PB-modf.]

Rabu, 08 Desember 2010

Bumi Alami Kepunahan Setiap 27 Juta Tahun

Perhitungan terbaru ilmuwan mendapati kehidupan di bumi mengalami kepunahan setiap 27 juta tahun. Lalu kapan kepunahan itu akan terjadi lagi? Selama kurun waktu 500 juta tahun terakhir, menurut Adrian Melott, seorang astrofisikawan
di University of Kansas, bersama dengan Richard Bambach, seorang ahli paleontologi di Smithsonian Institute, kepunahan terjadi tiap 27 juta tahun. Matahari memiliki tetangga yang besar dan gelap di mana mengorbit setiap 27 juta tahun. Hujan komet bisa keluar dari awan Oort di pinggiran sistem matahari dan akan menabrak Bumi.


Hipotetis ini disebut "Nemesis". Namun, periode kepunahan dan skala waktu yang mereka ukur bisa jadi berlebihan karena hampir 2 kali jumlah yang disebutkan studi sebelumnya. Hal ini disebabkan dalam lingkup 500 juta tahun terakhir, matahari telah berada di posisi yang begitu dekat dengan bintang lainnya.


Sistem gravitasi telah menekan bintang untuk terkena dampak dari orbit Nemesis, sehingga menjadi siklus 27 juta tahun. Titik puncak ini bisa melambat sekitar 20% jika terjadi perubahan dengan aeon atau puncak siklus. Bagaimanapun, tidak ada alasan untuk panik terlalu dini. Dengan jangka waktu persiapan 10 juta tahun, maka kita memiliki waktu yang cukup untuk melakukan.[ito-Ellyzar Zachra PB-modf.]


Selasa, 07 Desember 2010

Sifat Pemalas Dapat Diobati

Ilmuwan menemukan sifat pemalas merupakan unsur genetis turun-menurun. Oleh karena itu, malas dapat diobati dengan menargetkan aktivitas gen tertentu di masa depan. Ilmuwan dari University of California menemukan bahwa
aktivitas tikus di laboratorium pada tingkat tertentu dapat diperbesar dengan pembiakan selektif.


Studi menunjukkan bahwa tikus menyukai semua aktivitas yang diwariskan ke bayi tikus lainnya. Profesor Theodore Garland Jr, ahli biologi sekaligus penulis utama studi ini mengatakan "Temuan kami memiliki implikasi bagi kesehatan manusia. Intervensi kedokteran di masa depan akan membuat orang melakukan kegiatan tertentu secara sukarela.”


Prof Garland dan sejawatnya memulai studi yang muncul di jurnal Proceeding of Royal Society B ini sejak 1993 dengan 224 tikus.[ito-Ellyzar Zachra PB-modf.]

Minggu, 05 Desember 2010

Google Menolak Teknologi Pengenalan Wajah

Google menolak memberlakukan teknologi pengenalan wajah karena menimbulkan gelombang komplain pada privasi yang kontroversial. Mesin pencari raksasa tersebut pernah menawarkan fitur pengenalan wajah melalui perangkat lunak
foto Picasa miliknya, yang mampu memindai gambar dan memberikan saran kecocokan dengan gambar lainnya yang memiliki unsur yang sama. Namun kemudian CEO Google Eric Schmidt menyampaikan tidak akan memberlakukan hal tersebut lebih jauh, “sangat penting untuk bisa melanjutkan inovasi, tetapi tidak jika mengganggu.” Dia mengatakan keputusan memperkenalkan teknologi tersebut dalam basis yang lebih luas tidak akan diambil.


“Pengenalan wajah adalah contoh yang bagus, apapun yang kami lakukan di area tersebut akan lembut, terencana dengan cermat, didiskusikan dan ditinjau ulang,” ujarnya kepada Financial Times. Dengan pengenalan wajah, maka muka yang terdeteksi dan bisa ditandai oleh tiap pengguna. Meskipun diputar foto bisa dikenali dengan level dan skala yang seragam dan dibandingkan dengan foto lainnya di database. Sistem kemudian menampilkan kecocokan yang ada. Ada banyak ketakutan terhadap teknologi tersebut yang bisa ditambahkan ke dalam tool Google Goggles yang diluncurkan tahun lalu. Teknologi tersebut mengizinkan orang mencari obyek tidak teranimasi, seperti Menara Eifel di internet dengan mengambil gambar awalnya melalui ponsel mobile.


Meskipun demikian, jika dikombinasikan dengan perangkat lunak pengenalan wajah maka pengguna bisa menggunakannya untuk mengidentifikasi orang asing di jalanan. Dalam teori, sangat mudah melacak informasi seseorang hanya dengan mengambil gambarnya. Ketika Goggles diluncurkan pada Desember 2009, juru bicara Google Anthony House menyampaikan, “Kami tidak menyetujui teknologi pengenalan wajah atau yang relevan. Kami juga belum mengimplementasikannya dalam Google Goggles karena ingin mempertimbangkan dampak privasi dan bagaimana fitur tersebut ditambahkan secara bertanggung jawab.”


“Jadi ketika seseorang mengunggah sebuah foto orang asing ke Goggle maka tidak akan ada proses untuk mengidentifikasi mereka dan pencarian akan menghasilkan pencarian yang sia-sia,” imbuhnya. Google juga menyatakan sudah membicarakan dengan pengacara privasi dan konsumen sebelum melakukan perubahan, meskipun ada sebagian orang menginginkan layanan semacam itu, tetapi raksasa teknologi tersebut tidak bisa. Google baru-baru ini dikritisi tentang perilakunya terkait privasi. Pekan ini perusahaan tersebut mengakui bahwa mobil Street View miliknya tanpa sengaja mengumpulkan data di jaringan wireless yang tidak terkunci. Perusahaan juga pernah diharuskan membuat perubahan terburu-buru terhadap teknologi Buzz karena mengungkapkan detil data pribadi penggunanya tanpa izin.[ito-Syamsudin Prasetyo-modf.]

Rabu, 01 Desember 2010

Astronom Indonesia Temukan Planet Alien

Para astronom telah mengkonfirmasi temuan planet alien (asing) di Galaksi Bima Sakti yang datang dari galaksi lain. Namanya, Planet HIP 13044b yang mengorbit bintang tua, HIP 13044. Planet mirip Yupiter ini sebenarnya lahir di
galaksi lain, namun kemudian ditangkap oleh Bima Sakti sekitar 6 sampai 9 miliar tahun yang lalu. Efek samping dari kanibalisme galaksi membawa sebuah planet yang dulunya jauh kini berada dalam jangkauan para astronom untuk kali pertamanya. Planet ini ditemukan oleh tim astronom dari Max-Planck-Institut fuer Astronomie (MPIA), Heidelberg, Jerman. Tim peneliti meneliti pergerakan HIP 13044 menggunakan teleskop di sebuah observatorium di selatan Eropa,  La Silla Observatory di Chile.


Setelah enam bulan pengamatan, mereka mendeteksi gerakan-gerakan kecil yang melawan tarikan gravitasi planet yang mengorbit. Yang membuat bangga, astronom asal Indonesia, Johny Setiawan didaulat jadi pemimpin proyeknya. "Bagi saya, itu adalah kejutan besar," kata pemimpin tim, Johny Setiawan dari MPIA, seperti dimuat SPACE.com. "Kami tidak mengharapkan itu pada awalnya." Tim peneliti yang dipimpin Johny Setiawan membeberkan hasil observasinya secara online dalam situs Science. Ukuran planet ini  25 persen lebih besar dari Jupiter. Ia mengorbit bintang HIP 13044  yang jaraknya 2.000 tahun cahaya dari Bumi di konstelasi Fornax. Planet HIP 13044b berada sangat dekat dengan bintangnya itu. Jarak terdekat dengan bintang induk sekitar 8 juta kilometer atau 5,5 persen jarak Bumi dan Matahari. Planet menyelesaikan orbit setiap 16,2 hari.


HIP 13044b selamat dari fase penuaan bintang yang juga akan dialami Matahari sekitar 5 miliar tahun lagi. Penemuan ini memaksa para astronom memikirkan kembali ide-ide mereka tentang formasi planet dan kelangsungan hidupnya.  Apalagi, ini adalah planet pertama yang ditemukan mengelilingi bintang yang sangat tua dan miskin logam. Johny setiawan memperkirakan, nanti, saat Matahari memasuki fase penuaan, menjadi raksasa merah, Bumi mungkin tak akan selamat. "Planet-planet dalam, termasuk Bumi, mungkin tidak akan bertahan hidup," kata Johny Setiawan. "Tapi Jupiter, Saturnus dan planet-planet luar mungkin pindah mendekat ke orbitnya, persis seperti yang kami deteksi." Dalam kasus HIP 13044b, planet ini adalah korban yang selamat. Namun, ia tak akan hidup selamanya. Sebab, bintang induknya akan terus berkembang dalam tahap evolusi berikutnya. Planet ini akan tertelan.

Sekilas tentang Johny Setiawan

Johny Setiawan - MPIA
Johny Setiawan adalah astrofisikawan muda asal Indonesia yang bekerja di Max-Planck-Institut fuer Astronomie (MPIA), Jerman. Hebatnya, ia orang non-Jerman yang dipercaya sebagai ketua tim proyek. Pria kelahiran Jakarta, 16 Agustus 1974 ini menamatkan S-1 dan S-3-nya di Freiburg, Jerman. Sebelumnya, teleskop 2,2 meter di La Silla, Cile, Johny berhasil menemukan planet baru: HD 11977 B. Planet ini berjarak 200 tahun cahaya dari bumi . Planet berukuran 6,5 kali Jupiter ini mengitari bintang raksasa HD 11977A. Sebelum merilis temuannya, Mei lalu, Setiawan memelototi bintang itu sejak 1999. Sebelumnya, pemuda kelahiran Jakarta, 16 Agustus 1974, ini juga menemukan dua bintang raksasa baru, HD 47536B dan HD 122430B, pada 2003. [vivanews-modf.]